SUMBER KASIH DALAM SYUKUR 79 TAHUN INDONESIA MERDEKA
RAYAKAN 79 TAHUN 1NDOENESIA MERDEKA - SUMBER KASIH LAKUKAN KEBAKTIAN SYUKUR
Selain Jalan santai, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan beberapa lomba, seperti makan kerupuk bagi anak Kecil, Tarik Tambang untuk Laki-laki & Perempuan Dewasa, dan Lomba Lari Karung utuk Remaja-Pemuda. Semua nampak turut antusias, menikmati dan bersukacita.
Puncak dari seluruh kegiatan menyongsong HUT RI adalah Kebaktian Malam Syukur yang berlangsung hari sabtu, 17 Agustus 2024, jam 7 malam yang dipimpin oleh Pendeta Johanis Parihala. Dalam Khotbahnya yang bersumber dari Roma 6 : 15 - 23, Pendeta Parihala menekankan pentingnya Bersyukur dengan Menjadi Hamba Kebenaran. Beberapa hal penting yang disampaikannya sebagaimana yang disalin oleh Penatua Apeles Letty, yaitu : Kita bersyukur atas kemerdekaan negara kita, NKRI yg ke-79 Tahun. Kita percaya bahwa kemerdekaan ini adalah Anugerah Allah, seperti yang tertuang dalam Alinea Ketiga Pembukaan UUD 1945, “Atas berkat rahmat Allah yang mahakuasa… bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya. Itu berarti bangsa ini mengku banhwa kemerdekaan ini adalah anugerah dari Allah. Kemerdekaan sebagai Anugerah Allah juga dinyatakan dalam bacaan hari ini. Bahwa kita telah dimerdekaan dari Dosa, dan menjadi hamba kebenaran (Roma 6:18). Dosa karna pemberontakan manusia telah ditaklukkan Allah dalam Yesus Kristus, dan keselamatan telah menjadi milik umat atau orang percaya. Karena itu sebagai umat Kristen kita mempunyai dwikewargaan, yakni waga kerajaan Allah yang telah diselamatkan oleh Kristus sekaligus warga negara Indonesia yang telah dimerdekakan. Karena itu, mari kita mengisi kemerdekaan negara kita dengan tetap menjadi hamba kebenaran, yang berjuang membangun kehidupan. Karena anugerah Allah berupa kemerdekaan ini adalah anugerah kehidupan (Roma 6:23). Selain itu, dalam sambutannya, Ketua Majelis Jemaat GPM Sumber Kasih, Pdt. Ny. G. M. Masrikat/P, memberi apresiasi bagi Panitia dengan seluruh kerjanya sambil mengajak seluruh pelayan dan warga jemaat untuk nyatakan rasa syukur itu dengan tetap bekerja bersama-sama dan bersama dengan Tuhan melakukan berbagai tanggungjawab baik di masyarakat, di gereja ini dan lebih khusus di jemaat GPM Sumber Kasih.
Adapun busana yang diatur untuk digunakan adalah berlatar merah putih dengan pendukung-pendukung liturgi yang telah diatur peranannya untuk mendukung jalannya kebaktian diantaranya, ada pembaca puisi, ada parade anak-anak dengan busana profesi, ada grup musik Sektor Elshadday, dan pendukung-pendukung liturgis lainnya. Kebaktian Syukur diakhiri dengan pembagian bingkisan bagi pemenang lomba.
