SANTAPAN HARIAN KELUARGA, Selasa, 21 Januari 2025, 1 Petrus 5 : 1 - 4, Lakukan Tugas Pelayanan sebagai Bentuk Pengabdian Diri
#shkgpmedisi21januari2025,
Menjadi pelayan di dalam gereja maupun di masyarakat adalah anugerah dari Tuhan. Tuhan sebagai sumber hidup menganugerahkan kesempatan untuk itu. Maka Melayani itu membutuhkan komitmen dari hati yang tulus sehingga ketika melayani, tugas itu mesti kita lakukan dengan baik.
Bacaan kita hari ini, merupakan Surat yang pertama dari dua surat dalam perjanjian baru yang ditulis oleh Rasul Petrus. Surat ini dialamatkan kepada orang-orang pendatang yang tersebar di seluruh provinsi Asia Kecil dalam wilayah kekaisaran Romawi. Salah satu tujuan surat ini ialah untuk menguatkan iman orang percaya dan petunjuk praktis dalam menjalani hidup sebagai pengikut Kristus.
Dalam bagian ini Petrus menekankan soal model kepemimpinan yang harus dimiliki oleh para penatua dalam kaitan dengan tugas menggembalakan kawanan domba Allah. Mereka harus meneladani Sang Gembala Agung Yesus Kristus yang memelihara dan merawat dengan sepenuh hati bahkan rela mengorbankan nyawa bagi domba gembalaan-Nya.
Petrus mengingatkan tentang hati yang penuh dengan sukacita ketika melayani. Bukan dengan hati yang terpaksa. Pelayanan itu pun tidak demi mencari keuntungan. Sebagai para gembala, hindari hasrat untuk menguasai karena akan berdampak pada penyalahgunaan wewenang. Yakin bahwa dari setiap jerih payah ada mahkota kemuliaan. Maka kunci dan kekuatan membangun persekutuan dalam kerendahan hati berarti tidak ada kesombongan. Melayani dalam kerendahan hati berarti kita sungguh mengakui kelemahan sekaligus mengakui peran Allah dan orang lain atas segala keberhasilan yang telah dan yang sedang kita raih. Inilah wujut dari sebuah ketulusan.
Tugas selaku pelayan mengharuskan kita tampil sebagai pelayan yang melayani bukan sebaliknya. Pelayan harus hadir ditengah-tengah jemaat yang dilayani untuk mendengar dan menjawab setiap kerinduan mereka. Kita melakukannya dalam ketulusan sebagai pelayan yang terutus. Sebab itu, integritas dan kejujuran harus nampak dalam tindakan. Hanya dengan begitu kita dapat mengabdi dalam pelayanan dengan sebaik-baiknya.
Ketika melayani, melayanilah dengan motivasi yang benar dan tulus. Lakukanlah semuanya sebagai bentuk pengabdian diri kita kepada Allah dalam Kristus sebagai sumber hidup yang telah memanggil, memilih dan mengutus kita untuk melayani. Sekalipun ada banyak tantangan, persoalan bahkan penderitaan yang kita alami, namun cinta kasih Tuhan Yesus selalu memberikan kekuatan dan sukacita untuk kita tetap setia dalam tugas pelayanan tersebut. Mari kita mulai dari lingkungan yang paling kecil, yaitu mulai dari dalam keluarga sebagai papa, mama dan anak-anak untuk saling mengasihi, menolong dan membantu satu dengan yang lain sehingga tugas dan beban apapun yang berat, akan menjadi ringan sebab kita melakukannya dengan sukacita sebagai bentuk pengabdian diri kita dalam iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Doa : Tuhan Yesus, tolong kami untuk melayani dengan motivasi yang benar, yang akan kami mulai dari lingkungan keluarga. Amin.
