SANTAPAN HARIAN KELUARGA, Selasa, 14 Januari 2025, Kisah Para Rasul 20 : 25 - 38, Memelihara Iman di Tengah Tantangan Zaman
#shkgpmedisi14januari2025,
Sebagai gereja,
GPM baru menahbiskan 13.108 pelayan Tuhan, dan 52 diantaranya kita tahbiskan di
Jemaat GPM Sumber Kasih. Mereka adalah laki-laki dan perempuan. Untuk itu, kita
bersyukur bahwa karya pelayanan Tuhan terus berkelanjutan dan ada orang-orang
yang masih mau memberi diri melayani di gereja ini. Mereka mau memberi diri
melayani karena mereka yakin bahwa mereka diutus oleh Allah dalam Tuhan Yesus
Kristus Kepala gereja. Kepercayan dari Tuhan untuk melayani, mewajibkan setiap
pelayan Kristus untuk tinggal tetap dan berakar di dalam Kristus. Hal ini pula
yang akan membuat para pelayan menjalani panggilan pelayanan dengan penuh rasa
tanggung jawab, tidak mudah diombang-ambingkan dengan rupa-rupa pengajaran
sehingga mereka tetap teguh melayani dalam berbagai keadaan.
Bacaan kita hari
ini, Kisah Para Rasul 20 : 25 – 38 berisikan hal-hal prinsip yang disampaikan
oleh Rasul Paulus kepada para penatua di Efesus dalam pesan perpisahannya.
Kepada mereka, Paulus sampaikan tiga hal penting.
Pertama, tugas seorang penilik jemaat adalah mengajarkan hal
yang baik dan benar sesuai firman dan kehendak Allah. Paulus tidak lalai dalam
memberitakan Injil agar orang-orang Yunani dan Yahudi percaya kepada Kristus.
Ia tetap setia bahkan dalam keadaan sesulit apapun, (25-27).
Kedua, Paulus mengerti sungguh bahwa ada begitu banyak
tantangan dan ancaman yang mengintai dan mengancam jemaat Allah di Efesus,
karena itu ia berpesan agar mereka sungguh-sungguh bertanggung jawab dan
berhati-hati dalam menjaga umat Allah.
Ketiga, Menurut Paulus, seorang penilik jemaat harus hidup
terhormat di tengah-tengah jemaat Allah, artinya ia tidak terlena dan memusatkan perhatiannya
kepada harta duniawi. Ia juga tidak menerima atau memperoleh sesuatu dari hasil
kecurangan tetapi dari hasil
pekerjaannya. Bahkan hasil kerjanya itu dapat diperuntukan untuk mermbantu yang
lemah dalam pelayanan yang dilakukan (ay. 33-35).
Saudara-saudari
yang dikasihi dalam Tuhan Yesus Kristus, kita semua berharap kita memiliki
pelayan sama seperti yang sudah Paulus sebutkan itu, gambaran dari pelayan yang
sejati. Kita butuh pelayan yang sejati. Da, seorang Pelayan yang sejati adalah pelayan yang
rendah hati. Ia menjadi pemimpin yang tidak mencari ketenaran dan bukan
pemimpin yang haus kehormatan tetapi sungguh-sungguh pemimpin yang bijak, yang
sungguh peka dan mampu mengambil keputusan yang tepat terutama dalam
situasi-situasi yang sulit. Dan yang yang paling utama ialah sebagai pelayan,
ia harus melandaskan seluruh tugas kepemimpinannya dalam kasih kepada Tuhan dan
sesama sehingga dengan begitu, dia mampu untuk menjaga persekutuan jemaat dan
lebih dari itu ia juga dapat merawat hidupnya.
Sebagai laki-laki
gereja, kita diingatkan agar terus berakar pada Kristus dan teguh melayani di
tengah berbagai kenyataan hidup terutama ketika sebagai laki-laki kecenderungan
untuk menjaga relasi dengan Tuhan melalui persekutuan ibadah yang menjadi
semakin lemah maupun relasi dengan sesama laki-laki dalam persekutuan pelayanan
laki-laki, unit dan sektor juga semakin lemah. Maka menjadi panggilan bersama
untuk kembali meneguhkan komitmen kita melayani. Yang telah melayani, teruslah
dalam memenuh panggilan pelayanan itu sebab kita tahu bahwa sebagai pelayan
kita dipanggil dan dipilih oleh Allah untuk melayani umut milik kepunyaan
Allah. Berilah dirimu untuk dipakai oleh Allah sebagai pelayan dalam gerejaNya
di sini, di jemaat ini.
Berdirilah teguh
dalam keyaninan iman kita dan jangan goyah, pilihlah berakar pada Kristus yaitu
hidup dalam keterhubungan dengan Kristus dan bersemangatlah dalam melayani.
Tuhan Yesus
memberkati selalu.
Amin.
Doa : Tuhan Yesus, mampukan kami agar kami tetap memelihara iman di tengah tantangan zaman. Amin.
