SANTAPAN HARIAN KELUARGA, Rabu, 15 Januari 2025, 2 Timotius 1 : 3 - 10, Jangan Malu untuk Bersaksi tentang Tuhan
#shkgpmedisi15januari2025,
Memasuki
minggu ketiga bulan Januari tahun 2025 ini, kita disuguhi dengan bacaan yang
bergizi untuk dinikmati. Bersyukur dan bertekun adalah point penting dari
bacaan hari ini. Bahwa dalam suratnya yang kedua kepada Timotius, Rasul Paulus
menasihati Timotius bahwa pelayanan yang dilakukan Timotius adalah wujud
ketaatannya kepada Allah, dan karena itu tetaplah teguh melayani dengan tidak
berbantah-bantah atau bersungut-sungut. Paulus mengenal baik muridnya,
Timotius. Paulus sungguh meyakini Timotius adalah murid yang setia, tulus dan
ikhlas mengerjakan pelayanan ini. Pada ayat yang ke 8–9, Paulus menegaskan
kepada Timotius untuk tidak usah takut, cemas atau kuatir dan malu memberitakan
Injil Kristus. Jaminan akan tugas yang dikerjakan ini adalah sukacita dan
keselamatan.
Terkadang
kita merasa malu dan takut ketika dipercayakan untuk melaksanakan tugas
pemberitaan Injil. Akan tetapi kenyataannya pada hari minggu kemarin, ketika kita
mentahbiskan 13.108 Penatua dan Diaken terpilih masa pelayanan 2025-2030 di
seantero GPM dan khusus di jemaat kita, ditahbiskan 52 Penatua dan Diaken, ini
sebuah bukti kuat bahwa laki-laki dan perempuan gereja di gereja ini tidak malu
apalagi takut untuk menjadi pelayan yang akan melaksanakan tugas memberitakan
injil. Bahkan kita juga yakin bahwa ada begitu banyak perempuan yang akan
memberi dirinya untuk menjadi pengurus wadah perempuan atau menjadi pelayan di
jemaat ini. Karena itu melalui
pemberitaan hari ini, kami perlu ingatkan bahwa tugas pelayanan yang akan
dikerjakan itu janganlah dilihat sebagai tugas yang terjadwal atau rutinitas
semata, sebab jika demikian maka kita akan terpaku untuk melakukannya hanya
sebatas rutinitas. Tapi, baiklah dilakukan dengan mengingat bahwa tugas ini
adalah kesempatan dan kepercayaan yang Tuhan anugerahkan bagi kita. Lihatlah
setiap waktu hidup kita ini sebagai kesempatan bagi kita untuk melayani Tuhan
dengan memberi diri untuk menjadi pelayanNya dan melayanilah dengan penuh
kesungguhan. Tanamkanlah dalam diri kita ketekunan dan kesetiaan untuk melayani.
Perkuatlah komitmen serta integritas diri kita dalam setiap pemberitaan yang
dikerjakan.
Kesan yang baik bagi semua perempuan
Gereja yang dipercayakan untuk menjadi pelayan di gereja ini ialah ketaatan dan
ketekunan serta kesetiaan. Oleh karena itu, jika diantara kita sebagai
perempuan-perempuan Gereja ada yang dipercayakan untuk melakukan tugas
pelayanan ini, maka lakukanlah dengan penuh Takut akan Tuhan. Hindari perasaan
takut dan malu, sebab ketika kita berdiri untuk Pemberitaan Injil, sesungguhnya
kita berdiri dengan keyakinan akan Kemurahan Tuhan yang mengutus dan menyertai.
Mari, syukurilah semua anugerah Tuhan bagi kita, termasuk hidup kita yang beharga ini dengan penuhilah panggilan pelayanan kita. Jika Tuhan melalui gereja ini membutuhkan kita untuk melayani, maka marilah kita beri diri untuk melayani dan jika kita telah melayani maka teguhlah melayani baik atau tidak baik waktunya. Itulah wujud ketaatan kita kepada Allah yang begitu mengasihi kita dan akan terus mengasihi kita bahkan akan menyertai kita dalam tugas-tugas melayani di tengah-tengah dunia ini dengan berbagai tantangan dan persoalannya. Ia menjanjikan penyertaanNya bagi kita yang bersedia memberi diri menjadi pelayanNya. Ia yang menjanjikan itu setia. Ia akan terus menyertai dan memberkati kita.
Doa : Tuhan Yesus, tolong kami agar kari tidak takut dan malu melainkan teguh berdiri melayani di tengah berbagai tantangan dan persoalan. Amin.
