SANTAPAN HARIAN KELUARGA, Kamis, 30 Januari 2025, Filipi 4 : 2 - 3, Sehati Sepikir dalam Berteman
#shkgpmedisi30januari2025,
Saudara-saudari yang dikasihi dalam Tuhan Yesus
Kristus...........!
Tema
mingguan kita: Berakar di dalam Kristus, Bermitralah! Ada dua aspek penting
dalam tema ini, yaitu mereka yang berakar di dalam Kristus adalah mereka yang harus
ber-mitra.
Mitra
dalam KBBI (=Kamus Besar Bahasa Indonesia) diartikan sebagai teman kerja atau
pasangan kerja atau patner dalam melakukan usaha. Mitra lebih merujuk kepada
kolaborasi atau kerjasama antara dua individu atau lebih individu yang bekerja
bersama untuk mencapai tujuan bersama. Sejak awal penciptaan Tuhan menghendaki
manusia ada dalam kebersamaan dengan sesamanya. Manusia tidak dapat hidup
sendiri dan karena itulah manusia disebut sebagai makluk social.
Sebagai
makluk social, manusia membangun relasi dengan sesamanya.
Terkadang
dalam relasi yang dibangun, konsep sehati sepikir merupakan hal yang sulit
dilakukan. Tetapi sehati-sepikir merupakan kehendak Tuhan bagi kita sebagai
keluarga Allah.
Saudara-saudari yang dikasihi dalam Tuhan Yesus
Kristus...........!
Bila
mengacu pada setiap materi binaan per minggu yang ada pada bulan Januari 2025
maka dapat dikatakan bahwa hal terpenting yang juga harus diperhatikan dalam
menyatakan keberakaran akan Kristus adalah bagaimana caranya kita membangun
hubungan dengan orang lain. Karena itu, berakar pada Kristus mengandung juga
makna bermitralah. Ini salah satu hal yang secara khusus terbaca dalam Filipi 4
: 2 – 3.
Tentang
surat Filipi. Surat Filipi adalah surat yang ditulis Paulus ketika ia berada di
penjara. Di tempat terbelenggu ini ia
menuliskan kesaksian tentang hidupnya. Segala perkara dapat ia tanggung dalam
Yesus yang memberi kekuatan kepadanya (4:13).
Paulus
menyadari adanya masalah dalam jemaat di Filipi yang saling berdebat apakah
para pengikut Yesus yang baru harus menaati hukum Taurat atau tidak (3:2-11).
Ia mengatakan bahwa ia akan mengirim Timotius dan Epafroditus untuk meneguhkan
mereka. Dengan menggunakan hidupnya sebagai contoh, Paulus menunjukkan
pentingnya membangun relasi dengan orang lain. Ia ditopang oleh pelayanan
mereka. Mereka adalah mitranya.
Melalui
suratnya jemaat diajak memaknai hal kesetaraan atau kesejajaran dalam relasi
umat dan pelayan. Untuk itu aspek saling menasehati sebagai wujud sehati sepikir harus bisa
menjadi karakter orang percaya. Eoudia (arti namanya : perjalanan yang
baik/sukses) dan Sintikhe (arti namanya
: dengan keberuntungan) adalah dua tokoh
perempuan yang telah menopang Paulus dalam mengabarkan Injil. Paulus dalam
suratnya meminta mereka untuk berhenti bertikai. Sunsugos yang setia dan
Klemens bersama kawan-kawan sekerja Paulus yang lain adalah para tokoh yang
juga turut menolong Paulus mengabarkan Injil di Filipi. Mereka disebutkan oleh
Paulus sebagai caranya memperlihatkan pentingnya bermitra. Mitra itu mesti
sehati, sepikir dalam Tuhan. Dan, Pemuda-pemudi Kristen mestinya memiliki
kesadaran ini. Bergereja berarti kita membangun keutuhan hidup
sebagai persekutuan. Mitra menjadi patner yang membantu dan menopang kita dalam
melakukan tugas pelayanan atau juga hal lain dalam hidup kita. Tentunya dalam
membangun kemitraan tidak selamanya akan berjalan dengan baik. Sebagai pribadi
yang berbeda, potensi konflik bisa saja terjadi. Namun, apapun itu, yang
namanya mitra, pertikaian apapun mesti secara bijaksana disikapi oleh
pemuda-pemudi gereja. Tuhan Yesus datang demi keselamatan kita dan Ia mau kita
hidup dalam keutuhan sebagai persekutuan. Prinsip sehati dan sepikir dalam
Tuhan kiranya menjadi pola dalam membangun interaksi dalam hidup bersama. Sesungguhnya gereja yang teguh adalah gereja yang berakar
pada Kristus dan gereja yang berakar pada Kristus adalah gereja yang senantiasa
bermitra.
Sesungguhnya mereka yang teguh adalah mereka yang berakar pada Kristus dan mereka yang berakar pada
Kristus adalah mereka yang senantiasa bermitra. Tuhan Yesus memberkati kita
untuk tetap teguh dan selalu berakar pada Kristus dengan senantiasa bermitra
dengan orang lain. Amin.
