SANTAPAN HARIAN KELUARGA, Jumat, 31 Januari 2025, 2 Korintus 8 : 16 - 21, Bersungguh-sungguhlah dalam Bekerja dan Melayani
#shkgpmedisi31januari2025,
Bersama kita bersyukur kepada Allah
dalam nama Tuhan Yesus Kristus yang telah menyertai perjalanan hidup kita
sepanjang bulan Januari hingga kita tiba di tapal batas bulan ini: 31 Januari,2025.
Tidak terhitung betapa banyak berkat yang telah kita terima hari demi hari.
Allah penuhi kita dengan segala yang baik bahkan Allah menolong kita untuk hidup
bae dengan semua orang yang diciptakan dan ditempatkan hidup bersama dengan
kita. Allah karuniakan kita hikmat untuk menyadari dan menjalani hidup sebagai
makhluk sosial.
Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa sendiri. Kita butuh
orang lain dalam berelasi, bersosialisasi, berasimilasi atau bermitra. Maka
diakhir bulan ini, mari sama-sama kita renungkan keberadaan dan peran kita
sebagai orang-orang beriman yang hidup bersama Kristus, yang percaya kepada
Kristus dan yang selalu melakukan kehendakNya dalam hidup kita dan salah satu
kehendakNy bagi setiap oran yang hidupnya berakar pada Kristus adalah dengan
bermitra dengan orang lain sebagaiman tema mingguan kita: Berakar pada
Kristus, bermitralah!.
Apa arti tema Berakar pada Kristus, bermitralah bagi
saya dan saudara-saudari?
Tema Berakar pada Kristus, bermitralah mengandung
perintah untuk bekerja sama antara dua pihak atau lebih demi mencapai tujuan
bersama. Hal ini
tentu saja tidak terlepas dari hidup beriman kita sebagai orang percaya yaitu
berakar pada Kristus. Pertanyaannya, mengapa bermitra itu penting bagi
kehidupan bersama?
Bermitra itu penting bagi kehidupan
bersama karena dengan bermitra, beban yang berat akan menjadi ringan, hal yang
sulit akan menjadi lebih mudah dan hal-hal positif lainnya. Itu berarti
bermitra bisa menjadi pilihan kita bukan hanya untuk
mencapai tujuan bersama, tetapi juga untuk membangun relasi yang baik dengan
sesama.
Hari ini, melalui bacaan kita, kita
menemukan teladan tentang bagaimana bermitra sebagaimana yang disampaikan dan
dilakukan oleh Paulus. Bahwa, Paulus pernah hidup melayani dan
bekerja diantara para pengikut Kristus di Korintus. Kendati telah meninggalkan
jemaat itu, ia tetap memberikan perhatiannya dengan berbagai nasihat dan ajaran
melalui surat-suratnya. Bagian bacaan kita hari ini tergolong dalam nasihatnya
yang mendorong jemaat Korintus untuk menjadi penyumbang sukarela. Paulus
merekomendasikan Titus sebagai rekan sekerja yang ia percayai dan sebagai
seseorang yang bersemangat terhadap kebaikan orang Korintus seperti dirinya
sendiri. Paulus bersyukur kepada Allah bahwa ia tidak perlu meyakinkan Titus
untuk melaksanakan pengutusan ini, karena Titus menerimanya dengan sukarela
(ay. 16-17). Seperti orang Makedonia, ia berusaha berbuat lebih banyak bukan
lebih sedikit (lht. 2Kor 8:2-4). Dalam tanggungjawab pengutusan ini ternyata
Titus tidak menjalankannya sendirian. Ayat 18 mencatat bahwa ada orang lain
yang di utus Paulus bersama Titus yang
disebutnya saudara kita, yang terpuji di semua jemaat dalam tugas memberitakan
injil Yesus Kristus (lht. ay. 22). Kendatipun identitas orang yang dimaksudkan
Paulus tidak disebutkan di sini, namun dia adalah orang yang ditunjuk oleh
jemaat untuk turut bersama melakukan pelayanan kasih (ay. 19). Tugas pengutusan
yang diberikan Paulus kepada Titus dan rekan pelayan yang lain dalam pelayanan
kasih, menunjukkan ada keterlibatan beberapa orang. Keterlibatan ini bertujuan
untuk mencapai tujuan bersama yaitu membantu jemaat-jemaat yang membutuhkan.
Dalam menjalankan panggilan ini tampaknya Paulus berhati-hati
saat pengambilan pemberian-pemberian jemaat. Hal ini disebabkan karena masih banyak orang-orang Korintus yang menaruh
rasa curiga. Untuk tetap menjaga kepercayaan mereka, keputusan mengutus Titus
dan rekan-rekannya adalah langkah yang tepat. Hal ini disebabkan karena Paulus
menyadari dalam melakukan seluruh pelayanan, harus ada kepercayaan penuh antara
dia dan orang-orang Korintus. Supaya dengan begitu, ia tidak dicela karena
pelayanan dimaksud (ay. 20). Langkah itu dilakukan Paulus karena ia memikirkan
yang baik tidak hanya di hadapan Allah saja tetapi juga dihadapan manusia (ay.
21). Dengan begitu Paulus menjaga nama baik pelayanan dan perkenaan Allah.
Diutusnya Titus dan rekan-rekan yang lain untuk melakukan pelayanan di
Korintus, memperlihatkan adanya relasi antara mitra kerja yang saling menopang.
Hal ini tentu saja tidak terlepas
dari kesadaran mereka yang di panggil untuk melayani. Dorongan melakukan
panggilan bersama-sama didasari hidup yang telah berakar kepada Kristus. Maka tanggungjawab
bermitra baik antara Titus, rekan-rekan pelayan bahkan jemaat Korintus dalam
bacaan kita, memberikan nilai yang sangat berharga bagi kehidupan bersama. Benarlah
peribahasa ini: Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, artinya beban
atau tanggungjawab yang dikerjakan bersama-sama akan terasa lebih ringan dan
mudah diatasi. Inilah yang harus dipahami dan dilakukan sesuai dengan arahan
tema minggu kita.
Maka marilah kita sambil mempersiapkan diri untuk melangkah
memasuki bulan yang baru, sebagai orang-orang yang terpanggil untuk melayani,
dimanapun kita ada: dalam keluarga, lingkungan unit, sektor, bertetangga,
lingkungan kerja dan usaha, bermitralah. Bermitra bukan hanya sebatas sesama
rekan kerja dan rekan pelayan saja, tetapi juga dimulai dari dalam keluarga sebagai anggota keluarga. Sebab
yang keluarga lakukan juga untuk kepentingan bersama. Karena itu saling
membantulah sebagai suami dan istri maupun sebagai orang tua dan anak. Lewat
kerja-kerja bersama kita baik di
keluarga maupun dalam persekutuan, tanggungjawab yang berat akan terasa lebih
ringan. Selamat mengakhiri bulan Januari dan selamat memasuki bulan yang baru, bulan Februari. Melangkalah
dalam kasih dan hikmat dari Tuhan. Mintalah kepadaNya untuk memberi RohNya agar
kita dimampukan untuk terus bermitra dengan saling percaya dan salaing membantu
dan saling menopang serta saling menguntungkan. Tuhan Yesus memberkati kita.
Amin.
