SANTAPAN HARIAN KELUARGA, Jumat, 17 Januari 2025, Kisah Para Rasul 26 : 16 - 18, Jadilah Saksi Kristus Yang Membawa Orang dalam Pertobatan

ADMIN MEDIA CENTER Renungan Harian 17 Januari 2025 666 kali SANTAPAN HARIAN KELUARGA, Jumat, 17 Januari 2025, Kisah Para Rasul 26 : 16 - 18, Jadilah Saksi Kristus Yang Membawa Orang dalam Pertobatan

#shkgpmedisi17januari2025,

Saudara-saudari yang dikasihi dalam Tuhan Yesus ………..!

Tugas bersaksi dan melayani merupakan panggilan pelayanan yang menjadi tangungjawab bersama sebagai orang percaya. Sadar akan keterpanggilan dimaksud maka hal mendasar yang harus dimiliki yaitu hidup dalam Kristus. Sebab hanya hidup dalam Kristus saja yang akan memberi kemampuan dan kekuatan untuk melakukan panggilan pelayanan tersebut. Inilah juga yang dimaksudkan dalam tema minggu ini, yakni berakar pada Kristus, teguhlah melayani. Jadi teguhlah melayani merupakan suatu perintah yang harus dilakukan oleh para pelayan dan akan terus berkobar jika semua pelayan kuat dan kokoh pada Kristus.

Bagaimana memahami berakar pada Kristus, teguhlah melayani?

Untuk lebih memahaminya, maka marilah sama-sama kita renungkan Kisah Para Rasul 26:16-18.

Saudara-saudari yang dikasihi dalam Tuhan Yesus ………..!

Seperti nama kitabnya, kitab Kisah Para Rasul berisikan cerita-cerita tentang pengalaman pelayanan rasul-rasul Kristus. Bahwa mereka dalam pengalaman pelayanannya hanya terjadi oleh pertolongan kuasa Roh Kudus. Dari cerita-cerita tentang pengalaman mereka, kita dapat memahami bahwa tidak ada yang bisa menghalangi penyebarluasan injil Yesus Kristus ke seluruh dunia. Dan, salah satu tokoh penting yang turut mengambil bagian dalam pekabaran injil yaitu Paulus.

Keterpanggilan Paulus untuk menyebarluaskan injil diawali dari pertobatannya setelah perjumpaan dengan Yesus di gerbang pintu Damsyik. Kisah itulah yang sedang diceritakan oleh Paulus untuk membela dirinya kepada raja Agripa yang sedang berkunjung ke Kaisarea. Paulus melanjutkan ceritanya berdasarkan perkataan Yesus yang hendak menetapkannya menjadi pelayan dan saksi tentang Yesus kepada bangsa Yahudi maupun bangsa-bangsa lain (ay. 16-17). Panggilan Paulus ini bertujuan agar bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa iblis kepada Allah. Supaya melalui iman mereka kepada Yesus, merekapun memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan (ay. 18).

Atas ketaatan Paulus pada panggilan dan tugas pengutusannya itu, maka ia ditangkap dan diadili bahkan nyawanya menjadi taruhan. Kendatipun banyak gejolak harus dihadapinya, namun keteguhan untuk tetap melayani dan bersaksi menjadi prioritas sesuai pengutusannya itu. Mengapa Paulus tetap konsisten kepada panggilan pelayanannya?

Paulus tetap konsisten terhadap panggilan pelayanannya karena ia terus menerus berakar di dalam Kristus.

Saudara-saudari yang dikasihi dalam Tuhan Yesus ………..!

Pengalaman panjang Paulus sejak pertobatan sampai dengan seluruh pemberitaanya tentang Kristus, menjadi pengalaman iman yang penting untuk terus dimaknai oleh kita. Hal ini disampaikan karena ada banyak dinamika pelayanan yang dialami bukan hanya diterima tetapi juga ditolak, bukan hanya didengar tetapi juga dihujat dan banyak pengalaman lainnya seperti penganiayaan dan penderitaan. Namun semua hal yang diterima oleh Paulus tidak membuat ia menyerah dan berdampak pada iman percayanya, tetapi sebaliknya ia tetap teguh bersaksi dan melayani. Pengalaman berharganya ini kiranya memotivasi saya dan saudara-saudari semua sebagai orang percaya dan khususnya para pelayan yang sedang melayani maupun yang terpanggil untuk ikut melayani, agar terimalah panggilan pelayanan ini sebagai anugerah dari Tuhan dan  tetaplah bersemangat dalam menjalankan panggilan pelayanan yang dipercayakan Tuhan. Kendati tidak dapat dipungkiri ada banyak tantangan yang akan dihadapi, tetapi sebagaimana Paulus teguh maka biarlah kitapun teguh untuk melayani. Panggilan pelayanan tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu, karena itu lakukanlah dimana saja kita berada baik dalam keluarga maupun persekutuan dan kapan saja kita terpanggil untuk turut melayani maka terimalah anugerah dari Tuhan itu. Agar semangat pelayanan kita tidak kendor bahkan rapuh, maka doronglah diri kita untuk terus berakar di dalam Kristus. Teruslah melayani sebab melayani adalah wujud kita berakar di dalam Kristus, kita menjadi lekat dengan Kristus dan bergantung pada Kristus.

Tuhan menolong dan memberkati kita hari ini dan sampai selama-lamanya.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami untuk menjadi SaksiMu di tengah lingkungan hidup kami. Amin


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin