SANTAPAN HARIAN KELUARGA Edisi 01 Desember 2024, Mikha 7 : 7 - 13, Berharap Pada Allah yang Menyelamatkan

ADMIN MEDIA CENTER Renungan Harian 01 Desember 2024 326 kali SANTAPAN HARIAN KELUARGA Edisi 01 Desember 2024, Mikha 7 : 7 - 13,  Berharap Pada Allah yang Menyelamatkan

#shkgpmedisi01desember2024,

Tanpa terasa katong sudah ada di Minggu Pertama Desember dan diperkenankan Tuhan untuk memasuki dan merayakan minggu adventus I.

Kita bersyukur sebab Allah telah menyelamatkan kita dan didalam rencana karya penyelamatan itulah kita terus berharap, memiliki harapan dan menaruh harap.

Tema pemberitaan minggu I adalah Berharap pada Allah yang menyelamatkan.

Apa itu berharap?

Berharap adalah berpikir atau memikirkan masa depan yang yang kita inginkan dengan disertai dorongan untuk bertindak. Saya tentu berpikir tentang masa depan saya, masa depan keluarga saya. Begitu juga dengan bapak dan ibu, saudara sekalian. Kita semua tentunya berpikir tentang masa depan yang kita inginkan. Dan masa depan yang kita inginkan adalah masa depan kita atau masa depan orang-orang kekasih kita menjadi menjadi masa depan yang baik, masa depan yang sukses, yang berhasil, yang bahagia maka keinginan seperti itu harus disertai dengan upaya untuk melakukan sesuatu. Orang tidak mungkin ingin masa depannya baik tapi hari ini ia terus melakukan yang tidak baik, terus melakukan yang tidak baik padahal dia diberitahu bahwa itu tidak baik dan dia sendiri tahu itu tidak baik akan tetapi tindakan-tindakannya tetap mencerminkan yang tidak baik. Atau, ingin masa depan sukses, tapi hari ini tidak mau belajar dengan giat, tidak mau berusaha, bekerja keras. Hari ini hanya pikir main-main saja, santai-santai saja, nongkrong saja, tidur-tiduran saja.

Masa depan itu ditentukan sejak dini tatakala kita sadar bahwa waktu hari ini harus dimanfaatan sebaik mungkin bahkan sadar bahwa ada yang tidak baik yang harus ditinggalkan maka bertobat adalah pilihan. Itulah berharap.

Minggu ini tema kita mendorong kita untuk berharap/menaruh harap pada Allah yang menyelamatkan. Bahwa apapun yang kita inginkan dan kita lakukan kita letakkan semuanya pada Allah yang telah dan akan terus menyelamatkan kita. Artinya, kalau kita inginkan masa depan kita menjadi lebih baik maka seluruh Upaya kearah itu kita lakukan sebagaimana yang Allah kehendaki. Salah satunya hari ini, keluarga Hukom-Keliduan bawa anak mereka, Adriela Mathilda Hukom untuk dibaptis. Bersama para saksi, mereka sadar bahwa masa depan adriela sebagai ahli waris Kerajaan Allah adalah dengan membawanya untuk air baptisan sebagai tanda dan meterai bahwa ia diterima sebagai anak-anak Allah dan pewaris Kerajaan Allah dan menerima karunia Roh Kudus dan akta ini akan diteruskan dalam kehidupan nyata mereka untuk terus membawanya kepada Allah pada setiap waktu dan kesempatan agar keselamatan yang telah Allah kerjakan ini terus dialami dan tidak jauh dari hidupnya. Itulah maksudnya berharap pada Allah yang menyelamatkan.

Tema berharap  pada Allah yang menyelamatkan ini didasarkan pada Mikha 7 : 7 – 13.

Realitas yang mendorong Mikha 7 ayat 7 – 13 ini adalah bahwa Pada zaman Mikha, ada begitu banyak kejahatan dan penyelewengan. Para Pemimpin dan Penduduk Samaria dan Yerusalem secara moral sakit. Mereka menyembah ilah lain dan memperlakukan orang miskin dengan tidak adil. Karena itu Mikha hadir dan berani untuk menentang dengan menegaskan bahwa mereka akan hancur.

Samaria dan Yerusalem akan hancur, sama seperti yang diharapkan para musuh seperti Asyur dan Edom ketika mereka berkata: Dimanakah Tuhan Allahmu itu? Namun menurut Mikha dengan nubuatnya, kehancuran bukan kata akhir dari Allah. Uniknya Allah Israel adalah bahwa  Ia akan bertindak sebagai hakim untuk menghakimi, tetapi Ia tetap peduli kepada umatNya. Sebab setelah mereka bertobat dan kembali kepadaNya maka Ia akan menyelamatkan mereka. Ia akan mengembalikan mereka seperti dulu. Karena itu mereka diingatkan untuk terus berharap kepadaNya. Berharap kepada Allah yang akan bangkit untuk melawan dan mempermalukan para musuh dengan kuasa dan kekuasaan mereka dan ini akan jadi pemandangan yang memuaskan hati orang-orang yang menaruh harap padaNya. Mereka yang berharap padaNya akan diberikan kesempatan untuk membangun Kembali Kerajaan Daud yang telah roboh. Ini cerminan kebaikan dan kasih karunia Tuhan yang membawa umatNya ke dalam pengharapan dan pemulihan.

Maka bersama-sama, kita bersyukur karena kita diberikan kesempatan untuk memasuki minggu-minggu adven sambil tetap mempercayakan hidup kepada Tuhan yang telah anugerahkan keselamatan serta terus berkomitmen untuk menghadapi apapun realitas pergumulan kita dengan sikap iman yaitu hidup dalam kasih, dalam kebenaran, dalam keadilan dan dalam kedamaian.

Semoga minggu-minggu adventus ini menjadi momentum perenungan dan refleksi tentang hidup kita di hadapan Tuhan dan dalam relasi dengan sesama sambil terus menyadari akan salah dan dosa dan membenahi diri supaya hidup kita berkenaan kepadaNya dan selalu menjadi bekat bagi kemuliaan NamaNya. Tuhan memberkati. (AF).