PELETAKKAN BATU PENJURU PEMBANGUNAN GEDUNG GEREJA CHRISTY NATALIA JEMAAT GPM SUMBER KASIH
Dokumentasi Kebaktian Peletakkan Batu Penjuru Pembangunan Gedung Gereja Chisty Natalia, oleh Dkn. Veky Noya
JEMAAT GPM SUMBER KASIH, Peletakkan Batu Penjuru
Pembangunan Gedung Gereja Christy Natalia
Pada hari minggu, 29 September 2024, berlangsung Kebaktian
Peletakkan Batu Penjuru Pembangunan Gedung Gereja Christy Natalia. Moment ini
adalah tanda dimulainya Pembangunan sekaligus pergumulan bersama Jemaat GPM
Sumber Kasih yang baru berusia satu tahun tujuh bulan.
Hadir pada kesempatan ini, Majelis Pekerja Harian Sinode
GPM: Pdt. Ny. L. Bakarbessy/R (Wakil Ketua 1) sekaligus memimpin kebaktian dan
peletakkan batu pertama, Ketua Klasis GPM Pulau Ambon: Pdt. A. Baersaby,
Penjabat Walikota Ambon: Dominggus Kaya, S. Sos, M.Si, Calon Gubernur Maluku:
Hendrik Leweriss, S.H, LL.M, Calon Wakil Gubernur: DR. Michael Wattimena, SE, MM, Calon Wakil
Walikota: Elly Toisuta, S. Sos dan beberapa tamu undangan lainnya.
Dalam khotbahnya
yang dibingkai dengan tema: Dokumen Sejarah Menyelamatkan Hidup, dan
didasari pada kitab Ester 6 : 1 - 14, Pdt. Ny. L. Bakarbessy mengungkapkan
bahwa : ada kaitan antara tema mingguan, teks bacaan dengan kebaktian hari ini,
yakni semua yang terjadi akan dicatat dan yang dicatat yang ada di dalam
dokumen adalah kebenaran yang diwariskan dari leluhur. Ada yang baik tapi ada
juga yang tidak baik. Bila yang diwariskan baik maka kita akan bangga.
Sebaliknya, yang tidak baik akan menjadi beban masa lalu. Lebih lanjut Pdt. Ny.
L. Bakarbessy menekankan bahwa kitab Ester adalah sebuah catatan sejarah
tentang bangsa Israel yang hampir dimusnahkan karena iri hati dan benci, juga
sebuah sejarah iman, yaitu bahwa ditengah kondisi seperti itu Tuhan selalu ada
dan Tuhan menjadi sutradara untuk mengembalikan keadaan. Menurut Pdt. Ny. L.
Bakarbessy, ada empat hal penting yang perlu direnungkan pada moment peletakkan
batu penjuru ini, yaitu : 1). Tuhan akan menentang orang-orang yang
congkak, yang selalu merencanakan kejahatan seperti Haman. 2) Dalam situasi
sulit, Allah akan pakai orang-orang tertentu untuk menjaga keberlanjutan hidup.
Allah bertindak dengan caraNya untuk menunjukkan bahwa sapa biking bae dapa
bae. Juga sebaliknya. 3) Sering kebaikan kita yang kecil dipakai Tuhan untuk
rencanaNya yang besar, misalnya kebaikan kecil Mordekhai menyelamatkannya dan
bangsanya. Karena itu, tersulah berbuat baik walau kadang kebaikan dilupakan
tapi Allah di sorga catat sejarah kehdupan kita. 4). Yang terjadi dalam sejarah
penyelamatan manusia adalah karya Allah. Allah membuat raja tidak bisa tidur
dan karna itu raja mengambil catatan sejarah untuk dibaca hingga raja menemukan
kebaikan Mordekhai. Ini mengisyaratkan bahwa tindakan Tuhan dalam otoritas
Tuhan melampaui akal manusia maka dalam kondisi apapun kita, jangan takut,
teruslah berbuat baik, tekun berdoa dan berharap padaNya keran Tuhan penjaga
kehidupan kita. Jangan andalkan apapun atau siapapun karena Allah jauh lebih
besar dari apapun dan siapapun. Oleh karena itu, yang perlu dinggat adalah
bahwa Kita adalah satu tubuh Kristus yang tidak harus iri hati, tetapi
lakukanlah hal baik. Tuhan itu lebih besar dari apapun dan siapapun maka
bergumullah sebab dengan bergumul kebaikanNya akan terus terjadi. Peletkkan
batu penjuru ini akan menjadi sejarah di jemaat ini maka kita mesti bersyukur
karena kita dipilih Tuhan jadi pelaku sejarah yang akan terus dicatat dan
diingat. Walau jemaat ini baru mekar 1 tahun 7 bulan tapi bisa lakukan hal
besar di tengah kondisi global yang tidak menentu, jauh dari prediksi, tapi
Tuhan melayakkan dan memampukan.
Setelah kebaktian
di gedung gereja, acara dilanjutkan di lokasi pembangunan dengan agenda
pelelangan tiang. Mengawali acara pelelangan, Ketua Panitia: Bapa Edi Tuhumury,
menyampaikan Laporan Panitia. Dalam Laporannya, Bapa Edi mengajak semua orang
untuk bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan kesempatan bagi kita untuk
berperan dalam sejarah beriman khususnya dalam pembangunan rumah Tuhan ini.
Bahwa di dalam sejarah itu, sejak dimekarkan dari jemaat GPM Rehoboth pada
tanggal 26 Februari 2024, jemaat Sumber Kasih terus bertumbuh dan menyikapi
pertumbuhan itu dengan memperluas gedung gereja Christy Natalia karena tidak
dapat menampung 200 orang warga jemaat yang selalu hadir dalam setiap kebaktian
sehingga sebagian harus duduk pada ruas jalan yang sangat mengganggu arus lalu
lintas dari dan ke beberapa wilayah sekitar. Inilah yang menjadi alasan
dibentuknya panitia untuk pembangunan gedung gereja Christy, yang digumuli dan
direkomedasikan pada sidang ke-50 Jemaat GPM Rehoboth tahun 2023 maupun
Keputusan Majelis Jemaat GPM Sumber Kasih dengan Surat Keputusan
15/D.14/SK/KPA-JSK/2023.
Selain itu, dalam
arahnnya, Pdt. Ny. L. Bakarbessy atas nama pimpinan gereja menyampaikan
apresiasi kepada Penjabat Walikota dan seluruh undangan nyang hadir sambil juga
mengajak semua orang untuk memuji Tuhan dan bersyukur atas moment ini. Bahwa
dari sisi teologi, moment peletkkan ini merupakan ikatan janji iman jemaat
dengan Tuhan yang hari ini berkomitmen untuk jalan bersama dan rasa
tanggungjawwab bersama untuk memulai sampai mengakhiri. Karena itu seluruh
potensi jemaat hendaknya dilibatkan untuk masuk dalam tanggungjawab pembangunan
ini. Dan, tetap percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan. Sebab bila
merujuk pada Hagai 2 : 16 - 20, maka mulai sekarang ini, janji Tuhan yang tetap
dan pasti adalah Tuhan memberi berkat melalui berbagai peran dan tanggungjawab.
Yang harus tetap diingat adalah pembangunan gedung gereja ini penting tetapi
pembangunan manusia itu juga penting jadi fokusnya juga pada pembangunan sumber
daya manusianya di tengah era disrupsi dan tantangan kemajuan teknologi
komunikasi dan informasi. Juga, faktor yang dibutuhkan adalah kerjasama. Maka
seluruh elemen hendaknya bergandengan tangan bersama, hidup sesuai dengan
Mazmur 133: persaudaraan yang rukun. Sebab ibarat pepata: bersatu kita teguh,
bercerai kita runtuh. Bahwa dalam pembangunan ini, ada tukang yang baik: tukang
batu, tukang kayu, tukang besi tapi juga ada tukang yang buruk yaitu tukang
baku malawang. Jangan gontak-gontakan melainkan sehati dalam hidup
bersama di jemaat.
Saat memberikan sambutannya, Penjabat Walikota menyampaikan
tiga hal penting. Pertama, akta ini
sebagai titik awal hubungan umat dengan Tuhan. Maka, Kedua, pembangunan ini
harus dikerjakan secara bersama dan hidup dalam kerukunan. Dan, ketiga,
diharapkan agar gereja ini dapat membrikan kontribusi bagi kehidupan yang
harmoni dan bersinergi di tengah dunia dan khususnya di kota Ambon.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pelelangan yang dipimpin
oleh Pdt. Roni Likumahwa dan mendapat respons positif dari para tamu undangan
yang hadir.
