BINA SPIRITUALITAS DIAKEN DAN PENATUA TERPILIH 2025-2030 JEMAAT GPM SUMBER KASIH

ADMIN MEDIA CENTER Berita Jemaat GPM Passo 07 Desember 2024 441 kali BINA SPIRITUALITAS DIAKEN DAN PENATUA TERPILIH 2025-2030 JEMAAT GPM SUMBER KASIH Pembinaan Spiritualitas Pelayan Khusus Terpilih 2025-2030

Berlangsung pada hari Jumat, 06 Desember 2024, Bina Spiritualitas Diaken dan Penatua Terpilih 2025-2030. Hadir sekaligus sebagai pemateri, Sekretaris Klasis GPM Pulau Ambon: Pdt. E. Muskita; Pimpinan Harian Majelis Jemaat dan 56 orang pelayan terpilih.

Kegiatan Bina Spiritualitas ini adalah salah satu dari tahapan Pemilihan Diaken dan Penatua 2025-2030 yang bertujuan untuk mempersiapkan Pelayan Khusus Terpilih untuk memahami dan memaknai panggilan sebagai pelayan Tuhan yang akan melayani. Materi Pembinaan Spiritualitas Pelayan Khusus ini disiapkan oleh Lembaga Pembinaan Jemaat GPM.

Mengawali Penyampaian Materi, Pdt. E. Muskita menyampaikan bahwa materi ini adalah bagian kecil dari realitas pelayanan yang sesungguhnya. Sebab hal-hal yang disampaikan hari ini akan dijumpai dalam pelayanan dan ada pula banyak hal yang tidak disampaikan namun akan dijumpai dalam pelayanan. Maka seorang pelayan harus menyadari dirinya sebagai pelayan yang "khusus" dipilih Tuhan melalui Pemilihan  tanggal 4 November lalu untuk tugas-tugas khusus sebagaimana diatur di dalam Gereja Protestan Maluku. Sehingga seorang pelayan khusus harus memaknai panggilannya sebagai seorang pelayan dengan memperhatikan beberapa aspek penting misalnya perjumpaan dengan Tuhan, konsisten, empati dan berpihak pada yang lemah, memberi keteladanan dalam hal rela berkorban, bersedia mengampuni, setia dan rendah hati, melayani tanpa kekerasan dan jujur, menjadi sahabat bagi semua; dan butuh topangan dari keluarga. Menurut Pdt. E. Muskita, untuk mewujudkan semua itu maka ada beberapa kiat antara lain: berdoa, meditasi dan membaca, puasa dan melatih diri.

Setelah materi disampaikan, lima orang dari antara pelayan terpilih, diantaranya Bapak Yeswi Rieupassa, Ibu Danros Lekiohapy, Ibu Debby Selanno, Bapak Hendrik Pohwain  dan Ibu Julaid Sopacua memberikan respon terhadap ateri yang disampaikan, seperti butuh metode penginjilan disamping pastoral, metode yang efektif untuk materi bina umat, bagaimana menjalankan tugas pelayanan disamping kesibukan karena tugas pokok, pentingnya implementasi materi dan  cakupan wilayah tugas diaken dan penatua.

Untuk Pembinaan Spiritualitas ini, pelayan terpilih menggunakan busana hitam putih.


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin